ketik sesuatu lalu enter

author photo
Oleh:
Anda mungkin adalah salah satu blogger yang saat ini sedang bingung pilih mana menggunakan blog amp ataukah non-amp?

Rasanya wajar jika Anda mengalami dilema seperti itu. Dulu sebelum mencoba menggunakan fitur amp di blog. Saya pun memiliki kegelisahan yang sama. Makanya saat ini saya memutuskan untuk mencoba dua-duanya.

Ini saya lakukan sebagai langkah awal mempelajari dan mengenal bagaimana menggunakan blog amp di blogger (blogspot). Sebab blog yang saya gunakan tidak menggunakan self host. 

Oleh karena itu jika Anda menggunakan blog dengan platform wordpress melalui sell host maka penerapan fitur amp umumnya lebih mudah ketimbang di blogger. Sebab rata-rata penggunaanya menggunakan plugin amp.

Lain halnya dengan blogger. Rata-rata optimasi fitur amp harus dijalankan secara manual dan lebih teliti. Sebab jika tidak maka halaman blog yang dimuat bisa saja tidak memenuhi standar penelusuran amp di google mobile.

Sehingga tulisan ini akan mengulas hal-hal yang berkaitan dengan kelebihan dan kekurangan penggunaan fitur amp di blog terutama blog yang menggunakan platform blogger.com milik google.

Kelebihan Blog yang Menggunakan Fitur AMP


1. Loading Halaman Menjadi Super Cepat

Penggunaan AMP di blog bisa membuat loading halaman menjadi super cepat dikarenakan halaman yang dibuka oleh pengunjung merupakan halaman cache yang disimpan oleh index google (mesin pencari).

Hal ini kemudian ketika pengunjung menemukan artikel blog pada penelusuran google maka halaman tersebut tidak langsung diakses melalui server blog. Melainkan membuka sebuah halaman cache yang disimpan oleh mesin pencari pada data index khusus mobile.

Sehingga hanya sekali klik bahkan tanpa loading halaman AMP langsung ditampilkan kepada pengunjung yang menelusuri situs web menggunakan perangkat mobile dan tablet.

Syarat di atas hanya bisa terpenuhi apabila halaman yang di-index oleh mesin pencari sudah dinyatakan valid atau mendukung fitur AMP.

2. Meringankan Beban Server

Sudah disebutkan di atas. Bahwa halaman blog yang valid AMP dan telah di index oleh mesin pencari dengan baik. Maka setiap kali dikunjungi, halaman blog yang dibuka adalah halaman cache yang disimpan oleh data index mesin pencari (google).

Sehingga halaman yang dibuka pengunjung tidak lagi dipanggil melalui server situs melainkan berupa halaman cache yang telah tersimpan oleh data index mesin pencari khusus pada penelusuran mobile.

Artinya jika blog Anda memiliki banyak pengunjung fitur ini sangat baik untuk meringankan beban server situs web Anda.

3. Menampilkan Tampilan Asli Situs Meski dalam Koneksi Lambat

Jika pada blog yang tidak menggunakan fitur amp biasanya ketika dibuka dengan akses internet yang lambat halaman blog akan dibuka melalui fitur google web light yang artinya tampilan sebuah blog akan dibuka dengan cukup sederhana menyesuaikan dengan koneksi pengguna.

Maka pada halaman blog amp hal tersebut telah diatasi dengan pemuatan halaman cache oleh google amp. Sehingga tampilan situs web akan dibuka dalam tampilan asli meski dalam koneksi lambat sekalipun.

4. Meningkatkan Ranking di Google?

Dikutip oleh sugeng.id bahwa menurut penjelasan John Mueller. Google AMP bukan merupakan salah satu penentu ranking sebuah situs web menjadi cukup baik di google.

Namun banyak yang percaya bahwa blog yang sudah menggunakan fitur AMP dapat mempengaruhi ranking di google dikarenakan salah satu penentu ranking di google adalah kecepatan loading halaman situs.

Asumsi inilah yang membuat banyak orang percaya menggunakan AMP mampu memberikan ranking yang baik bagi sebuah situs web atau blog cepat terindex dan mudah muncul di google. Dilihat dari segi kecepatan pemuatan halaman situs.

Untuk mengetahui sebuah halaman blog telah mendukung AMP atau tidak bisa dicek melalui uji halaman menggunakan tools AMP Validator Online.

Sementara untuk halaman amp yang valid dan telah di-index biasanya akan ditandai dengan icon petir pada hasil penelusuran seperti gambar di bawah:

Kelebihan dan Kekurangan AMP Blog

Kekurangan Blog yang Menggunakan Fitur AMP


1. Tidak Mempengaruhi Ranking di Google

Meski banyak yang percaya bahwa kecepatan pemuatan halaman situs web akan mempengaruhi ranking di google. Hal tersebut ternyata dipengaruhi juga oleh sistem responsive sebuah desain template blog.

Selain itu sisi kecepatan yang dimaksudkan adalah kecepatan loading asli sebuah blog. Sementara pada blog amp kecepatan tersebut dikarenakan halaman blog / situs web tersebut merupakan halaman cache yang disimpan dalam data index google amp.

Ini artinya kecepatan loading sebuah blog akan ditentukan oleh pemuatan halaman dalam versi desktop atau versi pada umumnya tanpa melalui bantun cache google amp.

Sehingga untuk mendukung ini maka penggunaan template blog amp khusus bagi pengguna blogger.com sangat wajib memilih dan menggunakan template blog amp yang sudah dioptimasi untuk SEO.

Dimana template yang digunakan sebaiknya telah mendukung desain yang responsive, memiliki loading yang cepat, dan memenuhi unsur SEO lainnya. Sebab fitur amp adalah alternatif untuk membantu pemuatan halaman blog / situs menjadi lebih cepat hanya pada hasil penelusuran mobile bukan desktop.

2. Terbatasnya Penggunaan Javascript untuk AMP

Jika menggunakan blog dengan HTML biasa seperti pada umumnya. Maka kita bisa menggunakan Javascript dengan cukup bebas. Sementara pada blog AMP Javascript yang dapat digunakan hanyalah Javascript yang sudah support terhadap AMP.

Artinya menggunakan Javascript lain di blog AMP akan membuat blog AMP menjadi tidak valid pada hasil penelusuran google amp.

3. Tidak Bebas Menggunakan Widget atau Script

Jika pada blog biasa kita bisa memasang widget apa pun secara mudah. Maka pada blog amp hal tersebut sangat dibatasi.

Hal ini dikarenakan tidak semua widget yang biasa dipasang pada blog non-amp akan support terhadap blog amp. Meski widget-widget tersebut masih bisa dipasang! Tetap saja cara dan prosesnya lebih rumit.

Sehingga jika Anda adalah pengguna yang tidak terlalu mengerti penerapan script agar support terhadap blog amp Anda maka akan menyebabkan error dan akan muncul peringatan validasi AMP dari google search console.

Jika kesalahan ini tidak diperbaiki akan berdampak pada hasil pengindexan  di mesin pencari.

4. Penggunaan-nya Lebih Sulit

Agar memiliki fitur amp maka situs web / blog yang menggunakan blogger.com biasanya memerlukan template custom yang sudah support terhadap amp.

Namun poin ini tidak terlalu bermasalah sebab saat ini template custome dengan fitur amp sudah banyak yang dibagikan di internet oleh para pembuat template. Terdapat dalam versi gratis hingga versi berbayar.

Hanya saja pada penggunaannya. Supaya seluruh halaman blog menjadi valid amp maka seluruh postingan artikel di blog perlu di-edit dan disesuaikan dengan format yang mendukung fitur amp. Jika hal ini tidak dilakukan maka halaman blog akan mengalami banyak pesan kesalahan karena tidak valid amp.

Berdasarkan pengalaman menggunakan amp di blog. Banyak hal yang harus dilakukan untuk membuat seluruh halaman artikel di blog menjadi valid terhadap AMP. Salah satunya yakni mengedit seluruh postingan blog satu per satu menyesuaikan struktur yang mendukung fitur amp.

Akibatnya jika Anda ingin migrasi ke amp maka persiapkan diri Anda untuk mengedit ribuan artikel di blog Anda menyesuaikan struktur yang mendukung fitur amp di google penelusuran mobile.

5. Tidak Bisa Memasang Iklan Tengah Postingan

Saat ini untuk memasang iklan di tengah postingan blog yang menggunakan amp tidak bisa dilakukan secara otomatis seperti blog dengan HTML biasa. Iklan hanya bisa dipasang di bawah judul artikel dan di akhir postingan saja.

Ini artinya bagi penayang yang ingin meningkatkan penghasilan melalui publisher iklan. Maka kondisi ini berpengaruh terhadap penghasilan. Sebab rata-rata iklan yang muncul di tengah postingan artikel memiliki persentase yang baik dalam meningkatkan pendapatan blogger.

Kalau pun mau memaksa tetap memasang iklan di tengah postingan maka bisa dilakukan secara manual. Yakni menyisipkan kode iklan pada setiap artikel blog yang dibuat. Hal ini tentu saja sangat tidak efisien untuk dilakukan.

Saran-Saran

Sebelum mengakhiri postingan ini saya berpikir untuk menuliskan beberapa saran penting bagi Anda apabila hendak memutuskan mencoba amp di blog Anda.

1.
Gunakan amp untuk blog baru. Sebab jika digunakan pada blog lama maka anda akan membutuhkan banyak waktu mengedit seluruh isi artikel di blog Anda supaya seluruh halaman menjadi valid terhadap AMP Google. Hal ini berlaku bagi pengguna blogger.com, sementara khusus bagi pengguna wordpress mungkin telah ada plugin khusus untuk mengatasi hal ini.

2.
Jika Anda siap menerima tampilan yang sederhana dengan beberapa penggunaan widget yang dibatasi pada AMP blog maka tidak masalah jika menggunakan blog AMP. Tetapi jika hal tersebut memberatkan Anda. Maka saran terbaik menggunakan blog dengan HTML biasa masih baik hingga saat ini.

3.
Jika akan menggunakan amp pada blog Anda akan lebih baik digunakan pada platform blog wordpress yang menggunakan hosting sendiri. Sebab penggunaanya lebih mudah dengan bantuan plugin AMP di wordpress.

4.
Setiap pilihan yang diambil baik amp maupun non-amp keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Silakan memilih yang terbaik dan nyaman untuk Anda.

***

Sampai di sini! Semoga ulasan sederhana di atas bisa bermanfaat dan berguna untuk ini.

Terima Kasih...

0 komentar

Bantu kami dengan berkomentar secara relevan serta memberikan kritik yang membangun. Komentar yang berisi link hidup tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.