ketik sesuatu lalu enter

author photo
Oleh:
Saya pernah sekali beradu argumen bersama salah satu teman di sosial media yang membahas persoalan esports ini. Ia menyempitkan pengertian esports sebagai istilah untuk menyebutkan pendapatan terbesar negara.

Padahal esports sendiri adalah istilah baru yang digunakan untuk menyebut sebuah kegiatan kompetesi gaming yang saat ini tengah populer digeluti oleh kaum milenial dan memang sangat berpengaruh dalam menyumbang pendapatan bagi negara.

Makanya hal ini sempat disinggung oleh calon presiden petahana Joko Widodo dalam debat capres dan cawapres yang disiarkan nasional pada 13 April 2019 kemarin.


Mengutip dari situs CNN Indonesia, Pendapatan esports secara global diperkirakan akan tembus US$1,1 miliar atau setara dengan Rp 15,4 triliun (asumsi US$1 = Rp 14.000) pada tahun 2019.

Angka tersebut diklaim meningkat sebanyak 27% dari tahun lalu yang didorong pendapatan dari iklan, sponsor dan hak penyiaran dalam sebuah pertandingan resmi.

Selain itu berdasarkan ulasan Digination.id, Tiga negara dengan penghasilan terbesar dari esports diantaranya ada Amerika Serikat, China dan Korea Selatan.

Masing-masing! Pada tahun 2018 kemarin Amerika Serikat menempati peringkat pertama dan mampu mengumpulkan pendapatan sebesar USD 28 Juta atau setara Rp 394 miliar. Di posisi kedua ada China yang mampu meraih USD 16 Juta setara Rp 224 miliar serta disusul Korea Selatan dengan pendapatan USD 13 Juta atau setara Rp 190 miliar.

Di Indonesia sendiri esports kini sedang populer dan berkembang cukup pesat. Terbukti dari beberapa tim esports Indonesia yang berprestasi di kompetisi esports Internasional diantaranya Recca esports, NXL, atau CS:Go yang kerap menyabet juara di beberapa turnamen esports bergengsi baik dalam skala nasional maupun internasional.

Dikutip dalam situs kompas.com Bahkan salah satu pemain CS:Go asal Indonesia telah direkrut China untuk bermain Counter Strike 2. Hal ini secara tidak langsung membuktikan bahwa esports bukan hanya sebuah tren, tapi sudah terbukti prestasinya bagi Indonesia.

Lantas Apa sebenarnya yang dimaksud dengan Esports?

Di luar sana mungkin masih banyak yang tidak mengenal apa itu esports? Hal ini seperti yang ditulis oleh Ria Restika dalam esportsnesia.com.

Dimana beberapa dari responden yang ditemukannya mendefinisikan esports sebagai Olahraga yang dilakukan melalui media digital, seperti senam yang dituntun seorang atlet senam melalui media televisi. Meski banyak dari mereka sepakat bahwa esports adalah singkatan dari Electronic Sports.

Nyatanya esports (Electronic Sports) adalah istilah luas untuk menggambarkan sebuah kompetesi digital dalam bermain gaming yang saat ini dikenal sebagai olahraga elektronik namun olahraganya bermediakan game.

Dalam id.wikipedia.org, olahraga elektronik dikenal sebagai sebuah permainan kompetitif yang digeluti oleh pemain gaming profesional dan umumnya dimainkan dalam sebuah tim serta para pemainnya disebut sebagai atlet esports.

Popularitas olahraga elektronik ini semakin populer, bahkan menjadi cabang olahraga yang diuji coba pada Asian Games 2018 kemarin. Menariknya lagi, kontingen Indonesia berhasil menyabet medali emas pada ajang esports tersebut. Medali emas diraih oleh Ridel Yesaya Sumarandak dari permainan kompetesi gaming Clash Royale.

Meski esports berangkat dari dunia gaming karena digeluti oleh para pemain game (gamer), keduanya tidak bisa disamakan. Sebab esports sebenarnya istilah untuk menyebutkan kompetisi permainan digital bermediakan game dan merupakan profesi. Sementara bermain game hanyalah sebuah rekreasi atau hiburan untuk mengisi waktu luang.

Seperti setiap permainan sepak bola, kita tidak disebut sebagai atlet bila permainan sepak bola yang dilakukan tidak untuk profesi melainkan sebagai hobi dalam bermain sepak bola saja.

Oleh karenanya para pemain esports disebut juga sebagai atlet esports dan menggunakan seragam layaknya para atlet cabang olahraga lain. Dimana mereka juga mendapatkan pelatihan secara professional termasuk soal kebugaran demi menunjang performa di arena pertandingan.

Mengapa Esports Masuk Kategori Olahraga?

Dilansir dari sport tempo.co alasan esports masuk dalam kategori olahraga dikarenakan esports memenuhi unsur olahraga. Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta menilai esports tidak jauh berbeda seperti cabang olahraga catur maupun bridge.

Hal ini dikarenakan esports memenuhi unsur olahraga karena pelaksanaannya membutuhkan konsentrasi, strategi atau teknik bermain, daya tahan serta stamina.

Bahkan menurutnya esports lebih memerlukan stamina yang lebih dibandingkan dengan catur. Selain itu, esports juga memerlukan kerja sama tim yang solid untuk memenangkan sebuah pertandingan. Unsur tersebut juga ada pada cabang olahraga lainnya.

Hal utama yang membedakan esports dengan jenis olahraga lainnya adalah esports dimainkan bermediakan gaming dan menggunakan layar serta bersifat digital.

Ketua Asosiasi Esports Indonesia (IeSPA) Eddy Lim juga menambahkan bahwa esports mengoptimalkan kekuatan otot kecil. Sementara persespi yang banyak dibentuk publik olahraga harus melibatkan kekuatan otot besar. Padahal tidak sedikit olahraga yang menggunakan otot kecil.

Meski banyak yang mendukung bahwa esports masuk dalam kategori olahraga. Nyatanya di luar sana masih terdapat banyak perdebatan tentang esports termasuk bagian dalam olahraga atau bukan!

Ada yang pro ada pula yang tidak setuju dan membantah bahwa esports hanyalah kegiatan bermain gaming dan tidak masuk akal dikatakan sebagai olahraga.

Untuk itu, kita lihat saja ke depannya. Kemarin esports telah diuji coba pada Asian Games 2018 dan dinilai sukses. Bahkan ke depannya esports akan diajukan untuk dipertandingkan dalam kejuaran Olimpiade tokyo tahun 2020.

Saran

Meski esports disebut sebagai olahraga dan terbukti ampuh untuk melatih kemampuan berpikir dan meningkatkan kreativitas.

Bukan berarti kita langsung menganggap bermain game adalah tindakan yang baik untuk mendapatkan kebugaran dan kesehatan. Oleh karenanya perlu ditunjang dengan aktivitas fisik seperti lari, jalan sehat atau olahraga tradisional yang sejenisnya.

Berikut bentuk kompetesi ESPORT INDONESIA - Piala Presiden 2019.
Terima Kasih...

0 komentar

Bantu kami dengan berkomentar secara relevan serta memberikan kritik yang membangun. Sebisa mungkin tidak berkomentar dengan tujuan berpromosi disertai link hidup, karena otomatis akan dianggap sebagai tindakan spam.