Type something and hit enter

author photo
Post by On
Saat ini sudah banyak blogger yang mulai melirik AMP sebagai sebuah solusi terbaru untuk mempercepat loading blog melalui hasil penelusuran AMP oleh mesin pencari seperti google.

Bahkan blogger-blogger mastah sudah banyak yang membuat template blog yang mendukung AMP diantaranya ada mas sugeng dengan template VIOMagz AMP, Kang Ismet dengan Template AMP HTML, serta Mas Adhy Suryadi dengan Template AMP premium-nya yang dijual berkisar 200.000 IDR melalui blognya di Kompi Ajaib.

Ajib kan?

Meski demikian tidak sedikit perdebatan yang terjadi di antara blogger mengenai lebih bagus mana? Apakah menggunakan template blog yang sudah AMP atau tetap bertahan saja dengan template blog HTML non AMP?

Bung Frangki seorang blogger dari Gorontalo, pernah menuliskan sebuah artikel di blognya yang menyatakan bahwa dia saat ini lebih memilih menggunakan template blogger yang belum support fitur AMP. Alasan yang mendasarinya ialah sebagai blogger dia masih terbiasa dan ketergantungan menggunakan widget-widget pendukung di blognya. Jika menggunakan AMP belum semua widget bisa support dan valid AMP terutama bagi blog yang menggunakan platform dari blogger atau blogspot.

Banyak yang mengalami dilema, serta bingung memutuskan mana yang terbaik untuk blognya. Oleh karena itu, menulis postingan ini saya sangat berusaha untuk bisa berdiri sebagai penengah dan membiarkan teman pembaca, supaya dapat memutuskan sendiri hendak terjun ke AMP atau tetap menggunakan blog dengan template yang belum AMP. (Khusus bagi pengguna blog platform blogger.com)

Saat ini sudah banyak blogger yang mulai melirik AMP sebagai sebuah solusi terbaru untuk mempercepat loading blog melalui hasil penelusuran AMP oleh mesin pencari seperti google.   Bahkan blogger-blogger mastah sudah banyak yang membuat template blog yang mendukung AMP diantaranya ada mas sugeng dengan template VIOMagz AMP, Kang Ismet dengan Template AMP HTML, serta Mas Adhy Suryadi dengan Template AMP premium-nya yang dijual berkisar 200.000 IDR melalui blognya di Kompi Ajaib.   Ajib kan?   Meski demikian tidak sedikit perdebatan yang terjadi di antara blogger mengenai lebih bagus mana? Apakah menggunakan template blog yang sudah AMP atau tetap bertahan saja dengan template blog HTML non AMP?   Bung Frangki seorang blogger dari Gorontalo, pernah menuliskan sebuah artikel di blognya yang menyatakan bahwa dia saat ini lebih memilih menggunakan template blogger yang belum support fitur AMP. Alasan yang mendasarinya ialah sebagai blogger ia terbiasa menggunakan widget-widget pendukung di blognya. Jika menggunakan AMP belum semua widget bisa support dan valid AMP terutama bagi blog yang menggunakan platform dari blogger atau blogspot.     Banyak yang mengalami dilema, serta bingung memutuskan mana yang terbaik untuk blognya. Oleh karena itu, menulis postingan ini saya sangat berusaha untuk bisa berdiri sebagai penengah dan membiarkan teman pembaca, supaya dapat memutuskan sendiri hendak terjun ke AMP atau tetap menggunakan blog dengan template yang belum AMP. (Khusus bagi pengguna blog platform blogger.com)   Sebelum lanjut, mungkin ada yang masih bertanya-tanya tentang --apa itu AMP?   AMP atau Google AMP yang merupakan singkatan dari Accelerated Mobile Pages sebuah proyek open source dari google untuk membantu para publisher atau webmaster dalam membuat halaman web versi mobile memiliki loading halaman dari hasil penelusuran menjadi super cepat yang dianalogikan secepat kilat.   Halaman blog AMP terdiri dari 3 Komponen, diantaranya:   AMP HTML AMP HTML adalah HTML biasa dengan beberapa batasan penggunaan tag dan terdapat beberapa custom tag khusus untuk halaman yang mendukung AMP.   AMP JS AMP JS adalah JavaScript library yang berfungsi memastikan halaman AMP bisa berjalan dengan baik dan supaya bisa memiliki akses yang cepat dan stabil.   AMP Cache AMP Cache adalah cache yang disediakan mesin pencari (google) untuk menyimpan halaman-halaman AMP agar dapat diakses pengunjung menjadi super cepat, secepat kilat.   Halaman blog yang telah mendukung fitur AMP, akan terindex oleh Google ditandai munculnya icon petir pada hasil pencarian. Icon petir tersebut terletak di samping kiri URL website yang tayang pada hasil pencarian google. Bisa dilihat seperti gambar di bawah:   Alasan Penting Mengapa Menggunakan Template AMP untuk Blog   Alasan penting yang mendasari para blogger menganggap penting menggunakan Template AMP, hal ini dikarenakan oleh Fitur AMP yang memiliki beberapa keunggulan. Keunggulan tersebut diantaranya:   Loading Halaman Menjadi Super Cepat   Penyebab utama yang menjadikan AMP diloading menjadi super cepat dikarenakan pada halaman AMP banyak penggunaan element yang dianggap tidak penting dibatasi penggunaannya. Selain itu, karena didukung optimasi dari AMP JS dan AMP Cache, loading yang cukup cepat pada hasil penelusuran google menjadi jaminan utama bagi blogger pengguna AMP.   Mengurangi Beban Server   Poin ke dua ini, sangat berguna terutama bagi blogger yang menggunakan hosting sendiri seperti wordpress. Sebab halaman AMP yang terindex di google dan dikunjungi pembaca merupakan versi cache yang disimpan google.   Artinya saat pengunjung menemukan artikel blog yang sudah AMP melalui penelusuran google, maka pemanggilan informasi tidak langsung membebani server supaya mengirim informasi balik yang ditampilkan ke user (pengunjung). Melainkan mesin pencari (google) akan menampilkan halaman hasil cache dari google langsung kepada (user) tanpa perlu meload kembali pada server.   Sehingga jika, blog memiliki pengunjung yang banyak datang dari google. Fitur ini memiliki segudang manfaat yang sangat baik dalam meningkatkan performa server hosting yang digunakan.   Sementara untuk blog yang menggunakan platform blogger.com meski tidak begitu penting mengenai persoalan server dikarenakan blog sudah dihosting langsung dari google. Pemuatan halaman yang super cepat melalui cache google menjadi solusi dan jaminan bahwa AMP sangat bisa diandalkan.   Mendapatkan Rangking yang Baik di Google   Sebenarnya hal ini tidak bisa dipastikan, sebab dikutip dari sugeng.id menurut John Mueller, AMP atau Google AMP bukan merupakan satu penentu mencapai rangking di google penelusuran.   Namun, banyak yang percaya bahwa AMP bisa mempengaruhi rangking di google. Alasan yang mendasarinya dikarenakan dengan menggunakan AMP, loading halaman menjadi lebih cepat, sedangkan kecepatan loading halaman merupakan salah satu penentu google merangking blog maupun halaman blog.   Meningkatkan Pengunjung dan Mengurangi Bounch rate   Dikarenakan blog memiliki fitur loading halaman yang super cepat. Karena sudah memakai template AMP dan memiliki rangking yang bagus di mesin pencari. Secara tidak langsung hal ini akan mempengaruhi jumlah kunjungan ke blog menjadi meningkat seiring waktu.   Selain itu, hal tersebut dipercaya mampu mengurangi bounch rate blog. Sebagaimana banyak yang beranggapan bahwa semakin cepat loading halaman blog akan dengan mudah membuat pengunjung berlama-lama di blog dan leluasa membaca artikel-artikel lainnya. Sebab loading halaman telah dicustom menjadi lebih cepat karena dioptimasi dengan AMP JS.   Faktor tersebutlah yang kemudian ikut membuat bounch rate sebuah blog menurun karena beban loading halaman tidak akan lagi terasa dan pengunjung tidak akan lari meninggalkan blog yang punya kemampuan loading super cepat dan ramah.   Alasan Dasar Mengapa Tidak Perlu Menggunakan AMP Template   Selain memiliki keunggulan, AMP juga memiliki banyak kekurangan yang perlu dijadikan pertimbangan bagi calon-calon blogger yang hendak memulai blog yang mendukung AMP.   Namanya juga hidup pasti ada terang dan gelap. Begitupun dengan produk AMP. Berikut beberapa alasan mendasar mengapa tidak perlu menggunakan AMP Template untuk blog.   Halaman Asli Blog AMP Tidak Muncul di Google   Halaman blog AMP yang tampil di google adalah halaman cache. Sehingga, alamat situs utama blog kita tidak langsung muncul bila ditelusuri melalui google.   Ketika pengunjung menemukan artikel atau tulisan kita melalui google, pengunjung akan diarahkan pada halaman AMP versi cache melalui URL www.google.com/amp.   Seperti pada gambar berikut:   Pengoperasian Blog AMP, Cukup Ribet   Kekurangan lain yang membuat mengapa tidak harus menggunakan AMP, dikarenakan pengoperasian blog yang menggunakan AMP template, masih cukup ribet dan sulit. Terutama bagi blog ber-platfrom blogger.com atau blogspot.   Keribetan tersebut ditandai, ketika akan memosting artikel di blog terutama pada bagian penyisipan gambar dan video dari facebook maupun youtube.   Jika penyisipan video dan gambar di-posting seperti biasanya, pada halaman postingan blogger.com maka halaman postingan blog akan menjadi tidak valid AMP, dan tidak mendapatkan fitur penelusuran khusus oleh Google AMP. Sehingganya hal tersebut bisa berdampak buruk pada hasil indexing artikel kita di google.   Oleh karenanya untuk membuat postingan gambar dan video dari facebook maupun youtube bisa valid terhadap penelusuran AMP, ada kode AMP HTML Khusus yang yang harus dipakai menutup kode gambar maupun video.   Ulasan ini sudah pernah saya publikasikan pada artikel saya sebelumnya, mengenai Pengalaman mencoba AMP, Kesan dan Kesimpulan. Pada artikel tersebut saya menceritakan pengalaman saya mencoba AMP serta simpulan, dan kesan saya ketika memakai AMP pada salah satu blog personal saya. Tentu saja banyak kerumitan yang saya alami ketika mencoba AMP di blogger.com.   Alasan yang mendasari pengoperasian blog AMP di blogger.com masih cukup rumit, dikarenakan blogger belum ada fitur resmi untuk mengaktifkan halaman AMP secara otomatis. Sehingga harus dilakukan secara manual termasuk menggunakan template custom yang sudah support AMP. Termasuk mengedit seluruh postingan di blog supaya valid AMP.   Sementara itu, dikutip dari sugeng.id pada wordpress self-hosted sendiri, meski sudah tersedia plugin khusus untuk membuat halaman AMP, plugin tersebut belum sempurna dan terkadang dapat menimbulkan konflik dengan plugin-plugin wordpress yang lain.   Penggunaan Element Blog, Sangat dibatasi   Jika pada blog yang menggunakan HTML biasa atau yang belum AMP kita bisa dengan leluasa menambah fitur-fitur pendukung blog seperti widget: fanspage, serta fitur-fitur lainnya. Maka pada halaman AMP kita tidak bisa dengan sembarang menambag fitur-fitur seperti pada halaman non-AMP.   Hal ini juga membatasai blogger untuk menambah widget penting lainnya, sebab jika dipaksakan malah akan membuat halaman menjadi tidak Valid terhadap AMP. Bahkan pemasangan daftar isi di Blog AMP sekalipun tidak sembarang dilakukan. Sebab harus menggunakan kode HTML daftar isi blog yang telah mendukung AMP.   Wajib Mengedit Seluruh Postingan Menjadi Valid AMP   Sudah disebutkan di atas, bahwa setelah menggunakan template AMP pada blog. Tidak serta merta seluruh postingan blog akan otomatis menjadi valid AMP. Melainkan blogger harus melakukan langkah manual mengedit ulang seluruh postingan blognya supaya bisa menjadi valid AMP.   Bisa dibayangkan, jika artikel blog terdapat ribuan artikel. Sanggupkah mengedit ulang selurh postingan blog agar valid AMP?   Oleh karenanya menggunakan AMP, mungkin sangat cocok bila dipakaikan pada blog baru.   Alasan Penting Mengapa Menggunakan Template Non-AMP  Alasan utama, mengapa masih tetap menggunakan template blog Non-AMP, bukan karena tidak menerima pembaruan dan menyesuaikan dengan teknologi AMP terbaru saat ini. Melainkan Template blog Non-AMP masih dapat diandalkan untuk urusan loading blog yang super cepat meski belum valid AMP.   Beberapa alasan penting masih menggunakan template Non-AMP diantaranya:  Laoding Blog Masih Bisa diandalkan  Jika hanya berharap pada loading halaman yang cukup cepat, sebenarnya blog dengan template Non-AMP sekalipun sudah cukup baik dalam memberikan performa loading yang cepat. Terutama pada blog-blog yang telah menggunakan template responsif dan SEO.  Tidak Ribet dan Tidak Terbatas  Penggunaan template blog Non-AMP memberikan keleluasaan blogger dalam menambah element-element penting di blognya tanpa terkendala AMP. Selain itu, hal ini juga baik untuk blogger yang tidak ingin ribet memosting dan mengedit postingan blog supaya menjadi Valid AMP.  Beberapa Persoalan lain yang Mungkin Menjadi Kekurangan Template Non-AMP  Hal yang mungkin mendasari kekurangan blog Non-AMP adalah blog tidak akan menedapatkan fitur penelusuran Google AMP yang digadang mampu memuat halaman blog menjadi lebih cepat dari blog-blog AMP. Kekurangan lain terutama bagi blog yang menggunakan wordpress self-hosted kinerja dan kecepatan hosting harus mendukung pemuatan halaman yang cepat.  Sebab jika kecepatan hosting kurang bagus, maka hal tersebut akan menganggu kenyamanan pengunjung dalam memuat halaman artikel kita di blog.  ***  Baiklah, mungkin hanya itu yang bisa saya bagikan. Semoga ulasan di atas bisa memberikan teman-teman pembaca putusan bijak. Untuk memilih Blog AMP atau Non-AMP.   Tentukan pilihannya sendiri…   Saran... Sebelum menggunakan AMP pada blog utama, sebaiknya dicoba dulu pada blog-blog lain. Hal tersebut dilakukan untuk mempelajari bagaimana mengoperasikan blog AMP. Baik dari manajemen situs sampai kepada proses memosting artikel di blog AMP.   Setelah itu, barulah tentukan pilihannya. Apakah akan menggunakan AMP pada blog utamanya atau tidak? Keputusan di tangan kita masing-masing.   Salam blogging…
Sebelum lanjut, mungkin ada yang masih bertanya-tanya tentang --apa itu AMP?

Google AMP atau AMP yang merupakan singkatan dari Accelerated Mobile Pages adalah sebuah proyek open source dari google untuk membantu para publisher atau webmaster dalam membuat halaman web versi mobile memiliki loading halaman di hasil penelusuran google menjadi super cepat yang dianalogikan secepat kilat.

Halaman blog AMP terdiri dari 3 Komponen, diantaranya:

AMP HTML
AMP HTML adalah HTML biasa dengan beberapa batasan penggunaan tag dan terdapat beberapa custom tag khusus untuk halaman yang mendukung AMP.

AMP JS
AMP JS adalah JavaScript library yang berfungsi memastikan halaman AMP bisa berjalan dengan baik dan supaya bisa memiliki akses yang cepat dan stabil.

AMP Cache
AMP Cache adalah cache yang disediakan mesin pencari (google) untuk menyimpan halaman-halaman AMP agar dapat diakses pengunjung menjadi super cepat, secepat kilat.

Halaman blog yang telah mendukung fitur AMP, akan terindex oleh Google ditandai munculnya icon petir pada hasil pencarian. Icon petir tersebut terletak di samping kiri URL website yang tayang pada hasil pencarian google. 

Bisa dilihat seperti gambar di bawah: 
sumber: droidlime.com

Alasan Penting Mengapa Menggunakan Template AMP untuk Blog


Alasan penting yang mendasari para blogger menganggap penting menggunakan Template AMP, dikarenakan Fitur AMP memiliki beberapa keunggulan. Keunggulan tersebut diantaranya:

1. Loading Halaman Menjadi Super Cepat


Penyebab utama yang menjadikan AMP diloading menjadi super cepat dikarenakan pada halaman AMP banyak penggunaan element yang dianggap tidak penting dibatasi penggunaannya. Selain itu, karena didukung optimasi dari AMP JS dan AMP Cache, loading yang cukup cepat pada hasil penelusuran google menjadi jaminan utama bagi blog AMP.

2. Mengurangi Beban Server


Poin ke dua ini, sangat berguna terutama bagi blogger yang menggunakan hosting sendiri seperti wordpress. Sebab halaman AMP yang terindex di google dan dikunjungi pembaca merupakan versi cache yang disimpan google.

Artinya saat pengunjung menemukan artikel blog yang sudah AMP melalui penelusuran google, maka pemanggilan informasi tidak langsung membebani server supaya mengirim informasi balik yang ditampilkan ke user (pengunjung). Melainkan mesin pencari (google) akan menampilkan halaman hasil cache dari google langsung kepada (user) tanpa perlu meload kembali pada server.

Sehingga jika, blog memiliki pengunjung yang banyak datang dari google. Fitur ini memiliki segudang manfaat yang sangat baik dalam meningkatkan performa server hosting yang digunakan.

Sementara untuk blog yang menggunakan platform blogger.com meski tidak begitu penting mengenai persoalan server dikarenakan blog sudah dihosting langsung dari google. Pemuatan halaman yang super cepat melalui cache google menjadi solusi dan jaminan bahwa AMP sangat bisa diandalkan.

3. Mendapatkan Rangking yang Baik di Google


Sebenarnya hal ini tidak bisa dipastikan, sebab dikutip dari sugeng.id menurut John Mueller, AMP atau Google AMP bukan merupakan satu penentu mencapai rangking di google penelusuran.

Namun, banyak yang percaya bahwa AMP bisa mempengaruhi rangking di google. Alasan yang mendasarinya dikarenakan dengan menggunakan AMP, loading halaman menjadi lebih cepat, sedangkan kecepatan loading halaman merupakan salah satu penentu google merangking blog maupun halaman blog.

4. Meningkatkan Pengunjung dan Mengurangi Bounch rate 


Dikarenakan blog memiliki fitur loading halaman yang super cepat. Karena sudah memakai template AMP dan memiliki rangking yang bagus di mesin pencari. Secara tidak langsung hal ini akan mempengaruhi jumlah kunjungan ke blog menjadi meningkat seiring waktu.

Selain itu, hal tersebut dipercaya mampu mengurangi bounch rate blog. Sebagaimana banyak yang beranggapan bahwa semakin cepat loading halaman blog akan dengan mudah membuat pengunjung berlama-lama di blog dan leluasa membaca artikel-artikel lainnya. Sebab loading halaman telah dicustom menjadi lebih cepat karena dioptimasi dengan AMP JS.

Faktor tersebutlah yang kemudian ikut membuat bounch rate sebuah blog menurun karena beban loading halaman tidak akan lagi terasa dan pengunjung tidak akan lari meninggalkan blog yang punya kemampuan loading super cepat dan ramah.

Alasan Dasar Mengapa Tidak Perlu Menggunakan AMP Template


Selain memiliki keunggulan, AMP juga memiliki banyak kekurangan yang perlu dijadikan pertimbangan bagi calon-calon blogger yang hendak memulai blog yang mendukung AMP.

Namanya juga hidup pasti ada terang dan gelap. Begitupun dengan produk AMP. Berikut beberapa alasan mendasar mengapa tidak perlu menggunakan AMP Template untuk blog.

1. Halaman Asli Blog AMP Tidak Muncul di Google


Halaman blog AMP yang tampil di google adalah halaman cache. Sehingga, alamat situs utama blog kita tidak langsung muncul bila ditelusuri melalui google.

Ketika pengunjung menemukan artikel atau tulisan kita melalui google, pengunjung akan diarahkan pada halaman AMP versi cache melalui URL www.google.com/amp.

Seperti pada gambar berikut: 
sumber: idcloudhost.com

2. Pengoperasian Blog AMP, Cukup Ribet


Kekurangan lain yang membuat mengapa tidak harus menggunakan AMP, dikarenakan pengoperasian blog yang menggunakan AMP template, masih cukup ribet dan sulit. Terutama bagi blog ber-platfrom blogger.com atau blogspot.

Keribetan tersebut ditandai, ketika akan memosting artikel di blog terutama pada bagian penyisipan gambar dan video dari facebook maupun youtube.

Jika penyisipan video dan gambar di-posting seperti biasanya, pada halaman postingan blogger.com maka halaman postingan blog akan menjadi tidak valid AMP, dan tidak mendapatkan fitur penelusuran khusus oleh Google AMP. Sehingganya hal tersebut bisa berdampak buruk pada hasil indexing artikel kita di google.

Oleh karenanya untuk membuat postingan gambar dan video dari facebook maupun youtube bisa valid terhadap penelusuran AMP, ada kode AMP HTML Khusus yang yang harus dipakai menutup kode gambar maupun video.

Ulasan ini sudah pernah saya publikasikan pada artikel saya sebelumnya, mengenai Pengalaman mencoba AMP, Kesan dan Kesimpulan. Pada artikel tersebut saya menceritakan pengalaman saya mencoba AMP serta simpulan, dan kesan saya ketika memakai AMP pada salah satu blog personal saya. Tentu saja banyak kerumitan yang saya alami ketika mencoba AMP di blogger.com.

Alasan yang mendasari pengoperasian blog AMP di blogger.com masih cukup rumit, dikarenakan blogger belum ada fitur resmi untuk mengaktifkan halaman AMP secara otomatis. Sehingga harus dilakukan secara manual termasuk menggunakan template custom yang sudah support AMP. Termasuk mengedit seluruh postingan di blog supaya valid AMP.

Sementara itu, dikutip dari sugeng.id pada wordpress self-hosted sendiri, meski sudah tersedia plugin khusus untuk membuat halaman AMP, plugin tersebut belum sempurna dan terkadang dapat menimbulkan konflik dengan plugin-plugin wordpress yang lain.

3. Penggunaan Element Blog, Sangat dibatasi


Jika pada blog yang menggunakan HTML biasa atau yang belum AMP kita bisa dengan leluasa menambah fitur-fitur pendukung blog seperti widget: fanspage, serta fitur-fitur lainnya. Maka pada halaman AMP kita tidak bisa dengan sembarang menambah fitur-fitur seperti pada halaman non-AMP.

Hal ini juga membatasai blogger untuk menambah widget penting lainnya, sebab jika dipaksakan malah akan membuat halaman menjadi tidak Valid terhadap AMP. Bahkan pemasangan daftar isi di Blog AMP sekalipun tidak sembarang dilakukan. Sebab harus menggunakan kode HTML daftar isi blog yang telah mendukung AMP.

4. Wajib Mengedit Seluruh Postingan Menjadi Valid AMP


Sudah disebutkan di atas, bahwa setelah menggunakan template AMP pada blog. Tidak serta merta seluruh postingan blog akan otomatis menjadi valid AMP. Melainkan blogger harus melakukan langkah manual mengedit ulang seluruh postingan blognya supaya bisa menjadi valid AMP.

Bisa dibayangkan, jika artikel blog terdapat ribuan artikel. Sanggupkah mengedit ulang seluruh postingan blog agar valid AMP?

Oleh karenanya menggunakan AMP, mungkin sangat cocok bila dipakaikan pada blog baru.

Alasan Penting Mengapa Menggunakan Template Non-AMP


Alasan utama, mengapa masih tetap menggunakan template blog Non-AMP, bukan karena tidak menerima pembaruan dan menyesuaikan dengan teknologi AMP terbaru saat ini. Melainkan Template blog Non-AMP masih dapat diandalkan untuk urusan loading blog yang super cepat meski belum valid AMP. 

Beberapa alasan penting masih menggunakan template Non-AMP diantaranya:

1. Laoding Blog Masih Bisa diandalkan


Jika hanya berharap pada loading halaman yang cukup cepat, sebenarnya blog dengan template Non-AMP sekalipun sudah cukup baik dalam memberikan performa loading yang cepat. Terutama pada blog-blog yang telah menggunakan template responsif dan SEO.

2. Tidak Ribet dan Tidak Terbatas


Penggunaan template blog Non-AMP memberikan keleluasaan blogger dalam menambah element-element penting di blognya tanpa terkendala AMP. Selain itu, hal ini juga baik untuk blogger yang tidak ingin ribet memosting dan mengedit postingan blog supaya menjadi Valid AMP.

Beberapa Persoalan lain yang Mungkin Menjadi Kekurangan Template Non-AMP


Hal yang mungkin mendasari kekurangan blog Non-AMP adalah blog tidak akan menedapatkan fitur penelusuran Google AMP yang digadang mampu memuat halaman blog menjadi lebih cepat dari blog-blog Non-AMP. Kekurangan lain terutama bagi blog yang menggunakan wordpress self-hosted kinerja dan kecepatan hosting harus mendukung pemuatan halaman yang cepat.

Sebab jika kecepatan hosting kurang bagus, maka hal tersebut akan menganggu kenyamanan pengunjung dalam memuat halaman artikel kita di blog.

***

Baiklah, mungkin hanya itu yang bisa saya bagikan. Semoga ulasan di atas bisa memberikan teman-teman pembaca putusan bijak. Untuk memilih Blog AMP atau Non-AMP. 

Tentukan pilihannya sendiri…

Saran...
Sebelum menggunakan AMP pada blog utama, sebaiknya dicoba dulu pada blog-blog lain. Hal tersebut dilakukan untuk mempelajari bagaimana mengoperasikan blog AMP. Baik dari manajemen situs sampai kepada proses memosting artikel di blog AMP.

Setelah itu, barulah tentukan pilihannya. Apakah akan menggunakan AMP pada blog utamanya atau tidak? Keputusan di tangan kita masing-masing.

Salam blogging…

Mohon tidak berkomentar dengan link aktif, termasuk berpromosi jasa dan lain-lain. Karena akan langsung dihapus

Click to comment