IBX5A95CAB07C114

Type something and hit enter

author photo
Post by On
Menulis adalah sebuah kegiatan yang dapat dilakukan oleh siapa saja. Sebab setiap orang yang telah memiliki pengetahuan membaca pasti dapat menulis.

Apalagi di era 2000-an sekarang ini, aktivitas menulis telah banyak dilakukan oleh setiap kalangan dengan media yang bermacam-macam. Mulai dari menulis di atas batu, menulis di kertas, sampai menulis pada media digital seperi: komputer dan ponsel (gadget/tablet).

Menulis dengan memanfaatkan media buku dan digital dapat kita temui pada tulisan-tulisan seperti: Buku Harian, Tulisan Blog, SMS, Status Facebook, Twitter, BBM, Path, serta di media sosial lainnya.


Dari kegiatan-kegiatan menulis di atas, seseorang hanya bisa disebut sebagai penulis apabila melakukan kegiatan menulis untuk membagikan ilmunya kepada banyak orang dan memiliki nama yang cukup populer karena mereka dikenal melalui tulisan-tulisannya. Baik tulisan-tulisan yang diterbitkan dalam bentuk buku maupun hanya dalam sebuah blog.

Contohnya Raditya Dika yang dulunya dikenal sebagai seorang penulis blog (narablog) kini menjadi seorang penulis buku. Meskipun keduanya berbeda antara menulis di blog dan penulis buku namun nama Raditaya Dika dikenal sebagai seorang penulis.

Banyak dari kita yang beranggapan menulis adalah sebuah kegiatan yang sangat sulit, sementara beberapa orang lainnya menganggap menulis adalah sebuah kegiatan yang mengasyikkan dan tidak memiliki tingkat kesulitan yang harus ditakutkan.

Sementara menurut saya pribadi menulis bisa saja menjadi mengasyikkan dan mudah tetapi bukan berarti menulis adalah sebuah kegiatan yang harus dianggap enteng kecuali jika kita menulis hanya untuk tujuan sms-an dan status di media sosial.

Baca Juga:

Oleh karena itu menulis seperti seorang penulis membutuhkan yang namanya usaha dan kerja keras dan tidak mudah putus asa. Bagaimanapun menjadi penulis tidak seperti membalikkan telapak tangan yang dapat dilakukan dalam sekejap mata. Butuh waktu dan latihan secara berkala.

Bahkan banyak dari penulis-penulis terkenal adalah orang-orang yang telah menjalani aktivitas menulis sejak masih anak-anak (SD dan SMP) dengan menulis dalam buku harian mereka.

Jadi menjadi seorang penulis memang bukan sebuah perkara yang harus dianggap enteng, sebab kita harus terbiasa dalam menulis salah satunya adalah membiasakan diri dengan menulis catatan harian sejak dini. (Hal ini sangat dipengaruhi oleh minat dan Pengaruh dari Luar). Tidak semua dari kita suka menulis catatan harian.

Bagi kawan-kawan yang masih ragu dalam menulis dan tidak memiliki kepercayaan diri atau tidak berani tampil dengan tulisan-tulisannya. Sebaiknya tidak perlu memikirkan hal-hal yang jelek-jelek dulu sebelum menulis. Sebab pada dasarnya kita sebagai manusia telah diberikan kemampuan dalam berbagai hal. Tergantung bagaimana kita mengasah dan mengolah kemampuan tersebut sesuai dengan yang kita minati.

Hal ini dikarenakan menulis juga membutuhkan kerja otak kanan dan otak kiri. Oleh karena itu seringkali kita mendengar dan membaca tips-tips menulis selalu memberikan penjelasan bahwa menulislah secara bebas dan mengalir, biarkan apa saja yang ingin anda sampaikan terukir dalam tulisan-tulisan anda. Intruksi tersebut pada dasarnya sangat erat kaitannya dengan peran otak kiri dan otak kanan kita.

Mengapa?

Hal ini dikarenakan menulis adalah sebuah kegiatan yang membutuhkan kreatifitas berpikir kilat dalam menyampaikan segala informasi di kepala ke dalam tulisan. Menulis secara terus menerus menyampaikan apa yang ingin disampaikan adalah bentuk kerja dari proses kreatif yang memanfaatkan otak kanan.

Oleh karena itu selama informasi yang ingin disampaikan masih bermain-main dalam kepala anda. Tumpahkanlah semuanya ke dalam tulisaan-tulisan anda. Jangan berpikir untuk melihat kebelekang majulah terus. Anda tidak perlu menekan backspace, delete, dan yang lainnya. Teruslah menulis sampai akhirnya tidak ada lagi yang ingin anda sampaikan melalui tulisan anda. Menulis dengan cara demikian adalah menulis yang sangat produktif dan cepat sebab kita menulis dengan memanfaatkan kerja otak kanan.

Lantas Apakah sudah selesai?

Setelah melakukan aktivitas menulis tanpa edit, mengalir terus hingga finish. Maka langkah selanjutnya adalah melihat kembali tulisan yang telah kita buat. Ini dilakukan agar tulisan yang telah kita tulis tadi bisa diperbaiki jika terdapat kesalahan tulis, kalimat yang tidak nyambung, pembahasan yang belum jelas. dll. Kegiatan menyunting seperti ini adalah kegiatan yang membutuhkan kerja dan peran otak kiri yang mana fungsinya adalah bernalar atau berpikir dan membedakan mana yang salah dan mana yang benar.

Oleh karena itu menulislah seperti berlari tanpa berbalik atau melihat kebelakang. Setelah itu suntinglah tulisan yang telah dibuat. Menulis dengan cara memanfaatkan peran otak kanan dan otak kiri adalah sebuah tips menulis yang sangat efektif. Sebab selain cepat dalam menyampaikan informasi yang ingin ditulis. Tulisan yang dibuat akan memiliki kualitas yang cukup bagus karena proses menulis mengalir dan melalui proses penyuntingan.

Meski tidak menjadi dan bukan seorang penulis, kita masih bisa menghasilkan sebuah tulisan yang cukup berkualitas dan bernilai (Insya Allah).

Demikian semoga tulisan sederhana ini dapat bermanfaat untuk anda. Selain itu apabila anda memiliki kritik dan saran mengenai tulisan di atas atau tulisan lainnya dalam blog ini. Silakan sampaikan melalui komentar di bawah. Kritik dan saran yang anda sampaikan akan sangat kami hargai karena merupakan sumbangsi ilmu untuk pengembangan blog ke depannya. Sekian dan Terima Kasih.

Berkomentarlah dengan Bijak! Mohon tidak menyertakan link aktif atau mempromosikan Jasa, dll. Sebab akan kami anggap sebagai SPAM dan otomatis dihapus admin. Mari Bekerja sama untuk menjaga kenyamanan kita semua...

Click to comment