Type something and hit enter

author photo
Post by On
Sebagai warga negara Indonesia sudah sepatutnya kita mencintai negara kita sendiri termasuk mencintai bahasanya. Oleh karena itu segala macam problem yang kita temui dalam kegiatan berbahasa baik lisan dan non-lisan sebaiknya selalu kita telaah dan pelajari dengan saksama. Hal ini dilakukan supaya kita dapat mencermati, dan lebih teliti dalam memerhatikan penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai dengan EYD atau berdasarkan kaidah Bahasa Indonesianya.

Baca Juga: 4 Kata dalam Bahasa Indonesia yang Sering Keliru digunakan
gambar by: pixabay.com 
Seperti halnya dua kata ini: Mempesona dan Memesona, Dalam pemakaian sehari-hari, kata mempesona (/p/ tidak luluh) lebih sering dijumpai daripada memesona (/p/ luluh).

Hal ini jika dilihat secara saksama atau dicermati lebih lanjut. Terdapat ketidakseragaman berbahasa atau tidak taat terhadap kaidah bahasa Indonesia.

Mengapa Penggunaan kata mempesona adalah bentuk pelanggaran berbahasa yang tidak taat pada kaidah bahasa Indonesia?

Jawab:
Jika kita terbiasa menggunakan kata memukul, memudar, memakai, memasang, memacul dengan (/p/ luluh) mengapa kita menggunakan kata mempesona (/p/ tidak luluh?). Padahal kata memukul, memudar, memakai, memasang, dan memacul adalah bentuk perubahan awalan me yang bertemu dengan kata dasar yang memiliki (bunyi) /p/.

  • Me + Pukul jadi Memukul (/p/ luluh)
  • Me + Pakai jadi Memakai (/p/ luluh)
  • Me + Pasang jadi Memasang (/p/ luluh)
  • Me + Pacul jadi Memacul (/p/ luluh) 

Lantas mengapa pada kata pesona /p/ bertemu dangan awalan Me atau Meng tidak terjadi peluluhan?

  • Me + Pesona jadi Mempesona? (Tanda Tanya).

Dengan melihat penyelesasin di atas, jelas saja kita bisa menilai bahwa penggunaan kata mempesona adalah sebuah kekeliruan atau kesalahan dalam berbahasa Indonesia. Ini dikarenakan penggunaan kata mempesona adalah bentuk pelanggaran atau tidak taat terhadap kaidah bahasa Indonesia. Oleh karena itu supaya tidak terjadi pelanggaran terhadap kaidah bahasa indonesia penggunaan kata tersebut seharusnya mengalami /p/ luluh seperti yang lainnya.

  • Me + Pesona = Memesona.

Mungkin di antara kita ada yang menganggap kata memesona adalah sebuah kekeliruan atau keganjilan yang tidak bisa diterima. Sehingganya mereka akan lebih cenderung menggunakan kata mempesona karena dianggap lebih keren, asyik, familiar, dan lebih nyambung ketimbang harus menggunakan kata memesona.

Alasan kita menganggap kata mempesona lebih dianggap benar penggunaannya daripada harus menggunakan kata memesona dikarenakan oleh kebiasaan.

Mengapa kebiasaan? 

Kebiasaan yang sejak lama kita terima dan kita aplikasikan dalam kehidupan kita akan menjadi teman yang akrab dan familiar. Oleh karena itu ketika kita dihadapkan dengan hal baru kita akan merasakan sedikit aneh dan sulit menerima hal baru tersebut.

Sama seperti ketika kita tidak bisa menerima kebenaran bahwa mempesona adalah sebuah kekeliruan atau kesalahan dalam berbahasa sebab kita ketahui penggunaannya yang benar dan sesuai dengan kaidah yang ada di dalam bahasa indonesia mengenai kata "pesona" apabila dipertemukan dengan awalan "me" ataupun "meng" akan menjadi memesona dikarenakan (bunyi) /p/ mengalami peluluhan.

Seperti: memukul, memakai, memudar, memacul, dan bentuk-bentuk lainnya yang merupakan kata dasar dan diawali oleh (bunyi) /p/.

Pendapat yang mendasari bunyi /p/ tidak mengalami peluluhan dapat terjadi hanya jika bunyi /p/ merupakan prefiks seperi prefiks "per-" pada kata "mempertahankan"

MEM + PER + TAHAN + KAN

Jika dilihat mengapa bunyi /p/ pada kata mempertahankan tidak mengalami peluluhan seperti pada kata memesona dikarenakan kata mempertahankan adalah bentuk dari kata dasar "TAHAN" bertemu dengan prefiks "PER-" tidak seperti pada kata dasar "PUDAR" yang tidak memiliki prefiks, ketika bertemu awalan ME atau MENG menjadi MEMUDAR dengan /p/ mengalami peluluhan

Oleh karena itu Peluluhan pada kata pesona menjadi memesona terjadi pada bunyi /p/ yang terdapat pada kata dasar. Seperti: pudar, pesona, pacul, pukul, pikir, dll. Sementara itu, bunyi /p/ yang mengawali kata dasar dan merupakan prefik "per-" dan kata dasar dengan gugusan konsonan /pr,/ misalnya pada kata program, proses, dan produk, tidak mengalami peluluhan.

Untuk menguji apakah kata memesona benar atau tidak dapat kita telusuri dalam KBBI.web.id secara online. Berikut hasil pencarian terkait kata pesona atau memesona.


Selain hasil pencarian di atas! saya juga melakukan pencarian untuk menguji /p/ yang tidak luluh pada kata dasar dengan gugusan kosonan /pr/. Seperti kata proses menjadi memroses atau memproses? Mari kita lihat hasilnya berdasarkan KBBI.web.id


Setelah menyimak dan melihat hasil dari pembahasan di atas! Apakah anda masih menganggap penggunaan kata mempesona bukan sebuah kekeliruan dan kesalahan? Sebaiknya sebelum memutuskan mana yang benar dan mana yang salah kita seharusnya mencari banyak referensi terkait permasalahan tersebut.

Entah kepada guru bahasa indonesia, dosen bahasa, ahli bahasa, buku-buku bahasa, KBBI, internet serta media informasi lainnya. Hal tersebut perlu anda lakukan supaya anda memiliki kepercayaan diri dan kemantapan sikap untuk menggunakan kata baku yang mungkin baru diketahui. Selain itu hal tersebut dilakukan agar kita tidak menerima mentah-mentah ilmu yang didapat. Karena ilmu apapun yang kita terima harus selalu melalui proses penyaringan dari berbagai referensi.

Demikian informasi di atas mengenai "Mana yang Benar Mempesona atau Memesona?" Semoga bisa bermanfaat untuk anda.

Selain itu jika anda memiliki sanggahan dan ilmu dan wawasan terkait ulasan di atas, sekiranya dapat berbagi melalui kotak komentar di dalam blog ini. Sebab, kritik dan saran dari pembaca menurut kami adalah ilmu yang sangat bermanfaat. Sekian dan Terima Kasih atas kunjungan dan komentarnya.

Referensi: KBBI.web.id dan www.balaibahasajateng.web.id

Berkomentarlah dengan Bijak! Mohon tidak menyertakan link aktif atau berpromosi Jasa, dll. Sebab akan dianggap SPAM dan Komentar akan kami HAPUS. So, mari Bekerja sama untuk menjaga kenyamanan...

Click to comment