IBX5A95CAB07C114

Type something and hit enter

author photo
Post by On
Bahasa Indonesia adalah bahasa yang berasal dari bahasa-bahasa rumpun melayu yang kemudian menjadi bahasa resmi republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. 

Namun seiring dengan perkembangannya nampaknya penggunaan bahasa di indonesia masih terbilang kurang atau masih banyak kekeliruan yang terjadi dalam aktivitas berbahasa. 

Hal ini dikarenakan kebiasaan yang terlalu lama membentuk penggunaan-penggunaan bahasa yang keliru sehingga menjadi anggapan yang benar. Namun pada kenyataannya adalah sebuah kekeliruan.


Postingan serupa mengenai kekeliruan berbahasa pernah saya posting sebelumnya di "Merubah dan Mempesona Benarkah Kata ini dalam Bahasa Indonesia?" Pada postingan tersebut saya sedikit menjelaskan dengan memberikan perbandingan untuk kemudian mencocokan dan menemukan letak kekeliruan yang terjadi secara sederhana. (hehehe... seperti ahlinya saja, padahal?)

Kesempatan kali ini saya akan memberikan 4 kata yang mungkin selama ini salah atau keliru digunakan dalam berbahasa Indonesia. Baik keliru karena penyebutannya, penulisannya, dll.

1. Mana yang Benar Nahkoda atau Nakhoda?

Boleh jujur! Saya sendiri selama ini tidak atau belum pernah menemukan dua kata Nahkoda atau Nakhoda sehingga bisa membedakan mana yang benar dari keduanya. 

Sebab, saya hanya tahu bahwa kata yang benar adalah kata Nahkoda. 

Namun ternyata saya keliru. Sebuah informasi yang pernah saya baca di salah satu website menyebutkan antara kata Nahkoda dan Nakhoda kata Nakhoda-lah yang benar.

Saya pun tidak berpikir panjang dan mencoba membuktikan keanehan itu melalui www.kbbi.web.id/ dan benar saja. berikut hasil pencarian saya menggunakan kata Nahkoda dan Nakhoda

#1.a Pencarian Kata Nakhoda versi KBBI.Web.Id

nakhoda/na·kho·da/ n 1 juragan (pemimpin) perahu (kapal); 2 perwira laut yang memegang komando tertinggi di atas kapal niaga; kapten kapal;

menakhodai/me·na·kho·dai/ v 1 menjadi nakhoda pada; 2 ki mengetuai; mengepalai: dialah yang ~ perusahaan ini selama 25 tahun


#1.b Pencarian Kata Nahkoda Versi KBBI.Web.Id

Maaf, tidak ditemukan kata yang dicari
Anda mencari kata nahkoda dalam huruf kapital NAHKODA


Sekarang setelah melihat pembahasan di atas apa yang anda pikirkan? Masihkah menggunakan kata Nahkoda? atau Mulai menggunakan Nakhoda! Silakan anda putuskan dengan bijak yah! Hehehe...

2. Mana yang Benar Karna atau Karena?

Untuk penggunaan kata ini memang sedikit membingungkan sebab dikatehui bahwa penggunaan kata yang benar adalah kata "Karena" bukan "Karna" 

Namun pada kenyataannya kita tidak pernah menggunakan kata "Karena" dalam bahasa lisan, kita hanya menggunakan kata "Karna." 

Penggunaan kata "Karna" dan "Karena" sudah pernah dijelaskan oleh guru Bahasa Indonesia saya dulu di SMA N 1 Taliabu Barat (Bobong). 

Bahwa penggunaan kata "Karena" adalah penggunaan kata yang benar dalam bahasa tulis, meski penyebutannya secara lisan selalu menggunakan kata "Karna" Hal ini senada seperti yang ditulis dalam www.anatoemon.com catatan seorang editor

Jika masih belum percaya kata mana yang benar Karna atau Karena silakan dibuktikan dengan KBBI bisa versi Online di KBBI.Web.Id atau menggunakan KBBI aslinya.

3. Mana yang Benar Milyar atau Miliar?

Untuk penggunaan dan penulisan kata dari dua kata di atas. Umumnya sering ditemui kata "Milyar" Ini adalah sebuah fenomena unik dari kekeliruan penggunaan bahasa indonesia dikarenakan kekeliruan tersebut dibangun oleh kebiasaan yang cukup lama. Sehingga penggunaan kata "Milyar" telah dirasa benar dan bukan lagi kekeliruan. Dalam KBBI.Web.Id saat saya melakukan penelusuruan kata "Milyar dan Miliar" Saya menemukan.

#3.a Pencarian Kata Miliar Versi KBBI.Web.Id = "miliar/mi·li·ar/ num seribu juta"


#3.b Pencarian Kata Milyar Versi KBBI.Web.Id = Maaf, tidak ditemukan kata yang dicari. Anda mencari kata milyar dalam huruf kapital MILYAR


Setelah melihat hasil penelusuran menggunakan KBBI.Web.Id di atas! Sobat masih menggunakan kata "Milyar?" atau mulai mengganti kebiasaan mengguna kata "Miliar!" Silakan disimpulkan secara bijak.

4. Mana yang Benar "Orangtua" Sambung atau Orang Tua Pisah?

Orangtua adalah satu suku kata yang tidak ditulis terpisah dan melambangkan sebuah makna Ibu dan Ayah. 

Sementara kata Orang Tua terdapat dua suku kata yang memberikan sebuah makna Orang yang lebih tua atau orang yang sudah lanjut usia. Hal ini senada seperti disebutkan ekoprabowo.worpress.com/. 

Oleh karena itu kata Orangtua dan Orang Tua dua-duanya benar dan tidak ada kesalahan dan kekeliruan dalam penulisaanya. 

Hanya saja jika Kata "Orang Tua" ditulis untuk melambangkan Ayah/Ibu maka ini adalah sebuah kekeliruan. 

Mengapa keliru? 

Hal ini dikarenakan kata Orang Tua terdiri dari dua suku kata "Orang dan "Tua" sehingga melambangkan Orang yang lebih tua atau lanjut usia. 

Sederhananya: Orang Tua ditulis terpisah untuk melambangkan orang yang lanjut usia sedangkan kata Orangtua ditulis tidak terpisah untuk melambangkan atau mengganti kata Ayah atau Ibu. 


Bagaimana! Apakah keempat kata di atas juga membingungkan anda? 

Jangan bingung sebab informasi di atas diharapkan dapat memberikan pencerahan kepada kita mengenai penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar. 

Sebab harapan dalam tulisan ini supaya pembaca dapat memiliki sebuah informasi yang bermanfaat. Seperti informasi mengenai kekeliruan berbahasa khususnya bahasa Indonesia.

Demikian postingan saya mengenai "4 Kata dalam Bahasa Indonesia yang Sering Keliru digunakan" selamat menyimak. Sekian dan Terima Kasih!

Berkomentarlah dengan Bijak! Mohon tidak menyertakan link aktif atau mempromosikan Jasa, dll. Sebab akan kami anggap sebagai SPAM dan otomatis dihapus admin. Mari Bekerja sama untuk menjaga kenyamanan kita semua...

Click to comment